Friday, 3 May 2013

Jenis-Jenis Reaksi Kimia

Jenis-jenis Reaksi Kimia
Pada dasarnya reaksi kimia yang terjadi itu bermacam-macam jenisnya, maka untuk memudahkan dalam mempelajarinya kita dapat mengelompokkan berdasarkan bagaimana cara atom tersusun kembali pada hasil reaksi kimia. Beberapa jenis-jenis reaksi kimia tersebut adalah:
a.    Reaksi pembakaran
b.    Reaksi kombinasi
c.    Reaksi penguraian
d.    Reaksi penggantian
e.    Reaksi metatesis
 
A. Reaksi Pembakaran
 
Merupakan reaksi antara suatu zat dengan  oksigen menghasilkan zat yang jenisnya baru dan panas. Reaksi pembakaran juga dapat menimbulkan api, ledakan, atau hanya menimbulkan pendar.
Pembakaran bahan bakar pada umumnya menghasilkan gas karbon dioksida, uap air dan sejumlah energi.
Contoh misalnya pembakaran bahan bakar di mesin kendaraan bermotor.

   Pentana dibakar menghasilkan gas karbon dioksida dan uap air
 
 
B. Reaksi Kombinasi
 
Reaksi kombinasi sering disebut juga dengan reaksi reduksi-oksidasi atau reaksi redoks yang merupakan unsur bebas.
Dalam reaksi oksidasi dapat dijumpai ketika dua atau lebih reaktan menjadi zat baru.
 
Contoh reaksi penggabungan misalnya pada reaksi antara besi dengan belerang (sulfur) yang  menghasilkan senyawa besi sulfida dan seng dengan belerang dipanaskan menjadi seng sulfida.
Reaksi Oksidasi juga berlangsung pada proses respirasi yaitu proses oksidasi glukosa dalam tubuh makhluk hidup.
Reaksi Reduksi terjadi ketika suatu zat kehilangan oksigen. Reaksi ini biasanya digunakan untuk mengekstrak logam dari bijihnya.
 
 
C. Reaksi Penguraian

Dalam reaksi penguraian yang terjadi adalah kebalikan dari reaksi penggabungan. Dimana suatu zat terurai menjadi dua atau lebih zat baru.
Contoh reaksi penguraian misalnya pada proses elektrolisis air menjadi gas hidrogen dan gas oksigen dengan menggunakan listrik, reaksinya sebagai berikut:
 
 
 
D. Reaksi Penggantian

Reaksi penggantian dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu reaksi penggantian tunggal dan reaksi penggantian rangkap.
1.    Reaksi penggantian tunggal terjadi apabila sebuah unsur menggantikan kedudukan unsur  lain dalam suatu reaksi kimia, contoh

Misalnya pada reaksi antara kawat tembaga yang dicelupkan ke dalam larutan perak nitrat. Karena tembaga lebih aktif dari pada perak, maka tembaga mengganti kedudukan perak  membentuk larutan tembaga (II) nitrat yang berwarna biru.

        
 
2.    Reaksi penggantian rangkap dapat terjadi pada penggantian ion antar atom atau senyawa misalnya pada proses reaksi antara asam klorida (HCl) dengan natrium hidroksida (NaOH) akan menghasilkan garam dapur (NaCl) dan air (H2O).
 
 
E. Reaksi Metatesis, terdiri dari:
  • reaksi pengendapan; suatu proses reaksi yang membentuk endapan, seperti pada reaksi antara timbal (II) nitrat dan kalium iodida menghasilkan endapan berwarna kuning timbal (II) iodida dan larutan kalium nitrat
  • reaksi netralisasi; adalah merupakan reaksi antara asam dan basa yang menghasilkan garam dan air
        
 
  • reaksi pembentukan gas; adalah reaksi kimia yang pada produknya dihasilkan gas misalnya :
    • pada proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme, yaitu ragi. Pada pembuatan roti, ragi yang ditambahkan pada adonan akan menyebabkan adonan roti mengembang. Karena terbentuknya gas karbon dioksida ketika soda kue (NaHCO3) ditambahkan ke adonan dan proses pemanggangan mengakibatkan sel ragi mati, maka proses fermentasi berhenti.
    • logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk besi (II) klorida (FeCl2) dan gas hidrogen (H2)
 

beberapa reaksi kimia

Lanjutan



Reaksi redoks dapat dipahami sebagai transfer elektron dari salah satu senyawa (disebut reduktor) ke senyawa lainnya (disebut oksidator). Dalam proses ini, senyawa yang satu akan teroksidasi dan senyawa lainnya akan tereduksi, oleh karena itu disebut redoks. Oksidasi sendiri dimengerti sebagai kenaikan bilangan oksidasi, dan reduksi adalah penurunan bilangan oksidasi. Dalam prakteknya, transfer dari elektron ini akan selalu mengubah bilangan oksidasinya, tapi banyak reaksi yang diklasifikasikan sebagai reaksi redoks walaupun sebenarnya tidak ada elektron yang berpindah (seperti yang melibatkan ikatan kovalen).
Contoh reaksi redoks adalah:
2 S2O32−(aq) + I2(aq) → S4O62−(aq) + 2 I(aq)
Yang mana I2 direduksi menjadi I- dan S2O32- (anion tiosulfat) dioksidasi menjadi S4O62-.
Untuk mengetahui reaktan mana yang akan menjadi agen pereduksi dan mana yang akan menjadi agen teroksidasi dapat diketahui dari keelektronegatifan elemen tersebut. Elemen yang mempunyai nilai keelektronegatifan yang rendah, seperti kebanyakan unsur logam, maka akan dengan mudah memberikan elektron mereka dan teroksidasi - elemen ini menjadi reduktor. Kebalikannya, banyak ion mempunyai bilangan oksidasi tinggi, seperti H2O2, MnO4-, CrO3, Cr2O72-, OsO4) dapat memperoleh satu atau lebih tambahan elektron, sehingga disebut oksidator.
Jumlah elektron yang diberikan atau diterima pada reaksi redoks dapat diketahui dari konfigurasi elektronn elemen reaktannya. Setiap elemen akan berusaha untuk menjadikan konfigurasi elektronnya sama seperti konfigurasi elemen gas mulia. Logam alkali dan halogen akan memberikan dan menerima satu elektron. Elemen gas alam sendiri sebenarnya tidak aktif secara kimiawi.
Salah satu bagian penting dalam reaksi redoks adalah reaksi elektrokimia, dimana elektron dari sumber listrik digunakan sebagai reduktor. Reaksi ini penting untuk pembuatan elemen-elemen kimia, seperti klorin atau aluminium. Proses kebalikan dimana reaksi redoks digunakan untuk menghasilkan listrik juga ada dan prinsip ini digunakan pada baterai.

reaksi kimia

Reaksi kimia adalah suatu proses alam yang selalu menghasilkan antarubahan senyawa kimia. Senyawa ataupun senyawa-senyawa awal yang terlibat dalam reaksi disebut sebagai reaktan. Reaksi kimia biasanya dikarakterisasikan dengan perubahan kimiawi, dan akan menghasilkan satu atau lebih produk yang biasanya memiliki ciri-ciri yang berbeda dari reaktan. Secara klasik, reaksi kimia melibatkan perubahan yang melibatkan pergerakan elektron dalam pembentukan dan pemutusan ikatan kimia, walaupun pada dasarnya konsep umum reaksi kimia juga dapat diterapkan pada transformasi partikel-partikel elementer seperti pada reaksi nuklir.
Reaksi-reaksi kimia yang berbeda digunakan bersama dalam sintesis kimia untuk menghasilkan produk senyawa yang diinginkan. Dalam biokimia, sederet reaksi kimia yang dikatalisis oleh enzim membentuk lintasan metabolisme, di mana sintesis dan dekomposisi yang biasanya tidak mungkin terjadi di dalam sel dilakukan.

Contoh di bawah adalah reaksi antara merkuri dengan oksigen:
HgO Hg + O2
Pada reaksi kimia di atas, dapat diterjemahkan bahwa "Molekul HgO yang terdiri dari satu atom merkuri (Hg) dan satu atom hidrogen (O), menghasilkan () satu molekul yang terdiri dari satu atom merkuri (Hg), dan satu molekul yang terdiri dari dua atom oksigen (O2).
Suatu reaksi kimia merupakan gabungan beberapa lambang, yang selanjutnya dinamakan dengan persamaan kimia. Zat yang berada di sebelah kiri anak panah disebut dengan pereaksi, sedangkan zat yang berada di sebelah kanan anak panah disebut dengan hasil reaksi.
Menurut hukum konservasi, bahwa dalam reaksi kimia biasa tidak ada materi yang hilang meskipun mungkin berubah. Jumlah atom dalam pereaksi harus tetap sama dengan yang dihasilkan, betapa pun atom-atom itu berubah untuk membentuk pola molekul yang baru. Apabila suatu persamaan memenuhi syarat-syarat itu, dapat dikatakan persamaan itu setimbang. Sehingga, agar reaksi antara Hg dan O di atas menjadi persamaan yang setimbang, maka persamaannya menjadi
2HgO 2Hg + O2
Cara membaca persamaan reaksi kimia di atas adalah : 2 molekul merkuri oksida (HgO) yang terdiri darisatu atom merkuri (Hg) dan satu atom oksigen (O) menghasilkan dua molekul merkuri (Hg) yang masing-masing terdiri atas satu atom merkuri (Hg), dan satu molekul oksigen (O2) yang terdiri atas dua atom oksigen (O2)
Angka 2 di depan lambang Hg menyatakan jumlah molekul, bukan jumlah atom. Sementara untuk menyatakan jumlah atom ditulis di belakang bawah lambang reaksi.

Ciri-ciri Reaksi Kimia:
  1. Dapat menimbulkan perubahan warna
  2. Dapat membentuk endapan
  3. Dapat menimbulkan perubahan suhu
  4. Dapat menimbulkan gas
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi kimia:
  1. Ukuran zat
  2. Perubahan suhu
  3. Katalis






Reaksi elementer
Reaksi elementer adalah reaksi pemecahan paling sederhana dan hasil dari reaksi ini tidak memiliki produk sampingan. Kebanyakan reaksi yang berhasil ditemukan saat ini adalah pengembangan dari reaksi elementer yang munculnya secara secara paralel atau berurutan. Sebuah reaksi elementer biasanya hanya terdiri dari beberapa molekul, biasanya hanya satu atau dua, karena kemungkinannya kecil untuk banyak molekul bergabung bersama.
Reaksi paling penting dalam reaksi elementer adalah reaksi unimolekuler dan bimolekuler. Reaksi unimolekuler hanya terdiri dari satu molekul yang terbentuk dari transformasi atau diasosiasi satu atau beberapa molekul lain. Beberapa reaksi ini membutuhkan energi dari cahaya atau panas. Sebuah contoh dari reaksi unimolekuler adalah isomerisasi cis–trans, di mana sebuah senyawa bentuk cis akan berubah menjadi bentuk trans.[11]
Dalam reaksi disosiasi, ikatan di dalam sebuah molekul akan terpecah menjadi 2 fragmen molekul. Pemecahan ini dapat berupa homolitik ataupun heterolitik. Dalam pemecahan homolitik, ikatan akan terpecah sehingga setiap produknya tetap mempunyai satu elektron sehingga menjadi radikal netral. Dalam pemecahan heterolitik, kedua elektron dari ikatan kimia akan tersisa pada salah satu produknya, sehingga akan menghasilkan ion yang bermuatan. Reaksi disosiasi memegang peranan penting dalam reaksi berantai, seperti contohnya hidrogen-oksigen atau reaksi polimerisasi.
 \mathrm{AB \longrightarrow A + B}
Disoasi dari molekul AB menjadi fragmen A dan B


Pada reaksi bimolekular, 2 molekul akan bertabreakan dan saling bereaksi. Hasil reaksinya dinamakan sintesis kimia atau reaksi adisi.
\mathrm{A + B \longrightarrow AB}


Kemungkinan reaksi yang lain adalah sebagian dari sebuah molekul berpindah ke molekul lainnya. Reaksi tipe seperti ini, contohnya adalah reaksi redoks dan reaksi asam-basa. Pada reaksi redoks partikel yang berpindah adalah elektron, sedangkan pada reaksi asam-basa yang berpindah adalah proton. Reaksi seperti ini juga disebut dengan reaksi metatesis.

\mathrm{HA + B \longrightarrow A + HB}


contohnya

NaCl(aq) + AgNO3(aq)NaNO3(aq) + AgCl(s)










Friday, 26 April 2013

Buku Habis Gelap Terbitlah Terang, adalah salah satu buku sejarah yang telah menginspirasi wanita Indonesia tentang emansipasi, dimana wanita Indonesia pun juga berhak mengenyam pendidikan tinggi dan berhak untuk maju.    Bukan hanya sekedar lulus SD lalu menikah seperti sosok ibu Kartini masa lalu, tetapi wanita pun diberi kesempatan untuk bisa cerdas, memaksimalkan potensi dirinya dan mengaktualisasikan kemampuannya di bidang apapun yang mereka sukai.
Sosok wanita yang terbukti telah berhasil, sebut saja misalnya Martha Tilaar pemilik Sariayu, Karen Agustiawan CEO Pertamina, Nia Dinata Sutradara dan Produser film, Kapolsek Perempuan Pertama di Langsa Aceh – AKP Fitrisia Kamila, Sri Mulyani Managing Director World Bank bahkan Indonesia pun pernah memiliki presiden wanita yaitu Ibu Megawati.    Masih banyak nama-nama wanita lainnya.    Mereka mengabdi di bidangnya masing-masing sesuai dengan talent-talent yang dimiliknya.     Yang tidak kalah penting juga wanita-wanita hebat di sekitar kita baik yang mengabdikan diri sebagai ibu rumah tangga ataupun ibu-ibu yang bekerja,  tentunya dengan tidak mengesampingkan perannya sebagai ibu rumah tangga.
Keberhasilan sederet nama wanita-wanita yang telah berhasil tentunya tidak luput dari peranan orang-orang penting yang ada di belakang mereka.     Siapa orang penting tersebut yang menjadikan mereka berhasil, selain orang tua, sosok lain yang telah membimbing mereka hingga berhasil seperti sekarang adalah ketulusan dan cinta kasih dari para guru.   Sosok guru yang telah membantu kita untuk mengenal huruf dan angka, berlatih membaca dan menulis sehingga dapat membuka cakrawala pengetahuan.  Para guru dengan setia menemani hari-hari kita di dunia pendidikan, yakni sekolah.    Bayangkan bila kita tidak mampu mengenal huruf dan angka dan apa jadinya bila kita tidak mampu untuk membaca dan menulis.
Wanita yang memilih jalur hidupnya menjadi guru, adalah wanita mulia dengan keikhlasan dan ketulusan hati.   Ia rela berkorban untuk mendidik dan membimbing anak bangsa seperti layaknya sosok Ibu Kartini,  yang bersedia mengajarkan baca dan tulis kepada teman-temannya agar mereka menjadi cerdas dan maju.   Minat baca Kartini sangat besar, dari kebiasaannya membaca inilah Ia mampu merubah Indonesia.   Nasib kaum wanita pada jaman dahulu penuh dengan kegelapan, kehampaan dari segala harapan dan ketiadaan dalam segala perjuangan.    Daya berpikirnya pun sulit berkembang karena tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya.    Wanita dahulu juga tidak diberi kesempatan untuk belajar membaca dan menulis.   Jadi kaum wanita hanya mempunyai kewajiban, tidak memiliki hak.
Berkat perjuangan Kartini, kaum wanita sekarang memiliki kesempatan untuk memiliki hak berpendidikan tinggi.    Bebas dari kebutaan huruf dan angka.   Memiliki kesempatan untuk menjadi seorang guru, yang dapat berbagi ilmu serta mengajar membaca dan menulis seperti Kartini masa lalu.    Oleh karena itu alangkah bijaksananya kita bila mau menengok sejarah hidup Kartini, pahlawan wanita yang telah berjasa mencerdaskan dan memajukan anak bangsa.