Buku Habis Gelap Terbitlah Terang, adalah salah satu buku sejarah
yang telah menginspirasi wanita Indonesia tentang emansipasi, dimana
wanita Indonesia pun juga berhak mengenyam pendidikan tinggi dan berhak
untuk maju. Bukan hanya sekedar lulus SD lalu menikah seperti sosok
ibu Kartini masa lalu, tetapi wanita pun diberi kesempatan untuk bisa
cerdas, memaksimalkan potensi dirinya dan mengaktualisasikan
kemampuannya di bidang apapun yang mereka sukai.
Sosok wanita yang terbukti telah berhasil, sebut saja misalnya
Martha Tilaar pemilik Sariayu, Karen Agustiawan CEO Pertamina, Nia
Dinata Sutradara dan Produser film, Kapolsek Perempuan Pertama di
Langsa Aceh – AKP Fitrisia Kamila, Sri Mulyani Managing Director World
Bank bahkan Indonesia pun pernah memiliki presiden wanita yaitu Ibu
Megawati. Masih banyak nama-nama wanita lainnya. Mereka mengabdi
di bidangnya masing-masing sesuai dengan talent-talent yang
dimiliknya. Yang tidak kalah penting juga wanita-wanita hebat di
sekitar kita baik yang mengabdikan diri sebagai ibu rumah tangga
ataupun ibu-ibu yang bekerja, tentunya dengan tidak mengesampingkan
perannya sebagai ibu rumah tangga.
Keberhasilan sederet nama wanita-wanita yang telah berhasil tentunya
tidak luput dari peranan orang-orang penting yang ada di belakang
mereka. Siapa orang penting tersebut yang menjadikan mereka
berhasil, selain orang tua, sosok lain yang telah membimbing mereka
hingga berhasil seperti sekarang adalah ketulusan dan cinta kasih dari
para guru. Sosok guru yang telah membantu kita untuk mengenal huruf
dan angka, berlatih membaca dan menulis sehingga dapat membuka
cakrawala pengetahuan. Para guru dengan setia menemani hari-hari kita
di dunia pendidikan, yakni sekolah. Bayangkan bila kita tidak mampu
mengenal huruf dan angka dan apa jadinya bila kita tidak mampu untuk
membaca dan menulis.
Wanita yang memilih jalur hidupnya menjadi guru, adalah wanita mulia
dengan keikhlasan dan ketulusan hati. Ia rela berkorban untuk
mendidik dan membimbing anak bangsa seperti layaknya sosok Ibu Kartini,
yang bersedia mengajarkan baca dan tulis kepada teman-temannya agar
mereka menjadi cerdas dan maju. Minat baca Kartini sangat besar, dari
kebiasaannya membaca inilah Ia mampu merubah Indonesia. Nasib kaum
wanita pada jaman dahulu penuh dengan kegelapan, kehampaan dari segala
harapan dan ketiadaan dalam segala perjuangan. Daya berpikirnya pun
sulit berkembang karena tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan
dirinya. Wanita dahulu juga tidak diberi kesempatan untuk belajar
membaca dan menulis. Jadi kaum wanita hanya mempunyai kewajiban,
tidak memiliki hak.
Berkat perjuangan Kartini, kaum wanita sekarang memiliki kesempatan
untuk memiliki hak berpendidikan tinggi. Bebas dari kebutaan huruf
dan angka. Memiliki kesempatan untuk menjadi seorang guru, yang dapat
berbagi ilmu serta mengajar membaca dan menulis seperti Kartini masa
lalu. Oleh karena itu alangkah bijaksananya kita bila mau menengok
sejarah hidup Kartini, pahlawan wanita yang telah berjasa mencerdaskan
dan memajukan anak bangsa.