Friday, 26 April 2013

Buku Habis Gelap Terbitlah Terang, adalah salah satu buku sejarah yang telah menginspirasi wanita Indonesia tentang emansipasi, dimana wanita Indonesia pun juga berhak mengenyam pendidikan tinggi dan berhak untuk maju.    Bukan hanya sekedar lulus SD lalu menikah seperti sosok ibu Kartini masa lalu, tetapi wanita pun diberi kesempatan untuk bisa cerdas, memaksimalkan potensi dirinya dan mengaktualisasikan kemampuannya di bidang apapun yang mereka sukai.
Sosok wanita yang terbukti telah berhasil, sebut saja misalnya Martha Tilaar pemilik Sariayu, Karen Agustiawan CEO Pertamina, Nia Dinata Sutradara dan Produser film, Kapolsek Perempuan Pertama di Langsa Aceh – AKP Fitrisia Kamila, Sri Mulyani Managing Director World Bank bahkan Indonesia pun pernah memiliki presiden wanita yaitu Ibu Megawati.    Masih banyak nama-nama wanita lainnya.    Mereka mengabdi di bidangnya masing-masing sesuai dengan talent-talent yang dimiliknya.     Yang tidak kalah penting juga wanita-wanita hebat di sekitar kita baik yang mengabdikan diri sebagai ibu rumah tangga ataupun ibu-ibu yang bekerja,  tentunya dengan tidak mengesampingkan perannya sebagai ibu rumah tangga.
Keberhasilan sederet nama wanita-wanita yang telah berhasil tentunya tidak luput dari peranan orang-orang penting yang ada di belakang mereka.     Siapa orang penting tersebut yang menjadikan mereka berhasil, selain orang tua, sosok lain yang telah membimbing mereka hingga berhasil seperti sekarang adalah ketulusan dan cinta kasih dari para guru.   Sosok guru yang telah membantu kita untuk mengenal huruf dan angka, berlatih membaca dan menulis sehingga dapat membuka cakrawala pengetahuan.  Para guru dengan setia menemani hari-hari kita di dunia pendidikan, yakni sekolah.    Bayangkan bila kita tidak mampu mengenal huruf dan angka dan apa jadinya bila kita tidak mampu untuk membaca dan menulis.
Wanita yang memilih jalur hidupnya menjadi guru, adalah wanita mulia dengan keikhlasan dan ketulusan hati.   Ia rela berkorban untuk mendidik dan membimbing anak bangsa seperti layaknya sosok Ibu Kartini,  yang bersedia mengajarkan baca dan tulis kepada teman-temannya agar mereka menjadi cerdas dan maju.   Minat baca Kartini sangat besar, dari kebiasaannya membaca inilah Ia mampu merubah Indonesia.   Nasib kaum wanita pada jaman dahulu penuh dengan kegelapan, kehampaan dari segala harapan dan ketiadaan dalam segala perjuangan.    Daya berpikirnya pun sulit berkembang karena tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya.    Wanita dahulu juga tidak diberi kesempatan untuk belajar membaca dan menulis.   Jadi kaum wanita hanya mempunyai kewajiban, tidak memiliki hak.
Berkat perjuangan Kartini, kaum wanita sekarang memiliki kesempatan untuk memiliki hak berpendidikan tinggi.    Bebas dari kebutaan huruf dan angka.   Memiliki kesempatan untuk menjadi seorang guru, yang dapat berbagi ilmu serta mengajar membaca dan menulis seperti Kartini masa lalu.    Oleh karena itu alangkah bijaksananya kita bila mau menengok sejarah hidup Kartini, pahlawan wanita yang telah berjasa mencerdaskan dan memajukan anak bangsa.