Reaksi-reaksi kimia yang berbeda digunakan bersama dalam sintesis kimia untuk menghasilkan produk senyawa yang diinginkan. Dalam biokimia, sederet reaksi kimia yang dikatalisis oleh enzim membentuk lintasan metabolisme, di mana sintesis dan dekomposisi yang biasanya tidak mungkin terjadi di dalam sel dilakukan.
Contoh di bawah adalah reaksi antara merkuri dengan oksigen:
HgO → Hg + O2
Pada reaksi kimia di atas, dapat diterjemahkan bahwa "Molekul HgO yang
terdiri dari satu atom merkuri (Hg) dan satu atom hidrogen (O),
menghasilkan (→) satu molekul yang terdiri dari satu atom merkuri (Hg), dan satu molekul yang terdiri dari dua atom oksigen (O2).
Suatu reaksi kimia merupakan gabungan beberapa lambang, yang selanjutnya
dinamakan dengan persamaan kimia. Zat yang berada di sebelah kiri anak
panah disebut dengan pereaksi, sedangkan zat yang berada di sebelah
kanan anak panah disebut dengan hasil reaksi.
Menurut hukum konservasi, bahwa dalam reaksi kimia biasa tidak ada
materi yang hilang meskipun mungkin berubah. Jumlah atom dalam pereaksi
harus tetap sama dengan yang dihasilkan, betapa pun atom-atom itu
berubah untuk membentuk pola molekul yang baru. Apabila suatu persamaan
memenuhi syarat-syarat itu, dapat dikatakan persamaan itu setimbang.
Sehingga, agar reaksi antara Hg dan O di atas menjadi persamaan yang
setimbang, maka persamaannya menjadi
2HgO →2Hg + O2
Cara membaca persamaan reaksi kimia di atas adalah : 2 molekul merkuri
oksida (HgO) yang terdiri darisatu atom merkuri (Hg) dan satu atom
oksigen (O) menghasilkan dua molekul merkuri (Hg) yang masing-masing
terdiri atas satu atom merkuri (Hg), dan satu molekul oksigen (O2) yang terdiri atas dua atom oksigen (O2)
Ciri-ciri Reaksi Kimia:
- Dapat menimbulkan perubahan warna
- Dapat membentuk endapan
- Dapat menimbulkan perubahan suhu
- Dapat menimbulkan gas
- Ukuran zat
- Perubahan suhu
- Katalis
Reaksi elementer
Reaksi elementer adalah
reaksi pemecahan paling sederhana dan hasil dari reaksi ini tidak memiliki
produk sampingan. Kebanyakan reaksi yang berhasil ditemukan saat ini adalah
pengembangan dari reaksi elementer yang munculnya secara secara paralel atau
berurutan. Sebuah reaksi elementer biasanya hanya terdiri dari beberapa
molekul, biasanya hanya satu atau dua, karena kemungkinannya kecil untuk banyak
molekul bergabung bersama.
Reaksi paling
penting dalam reaksi elementer adalah reaksi unimolekuler dan bimolekuler.
Reaksi unimolekuler hanya terdiri dari satu molekul yang terbentuk dari
transformasi atau diasosiasi satu atau
beberapa molekul lain. Beberapa reaksi ini membutuhkan energi dari cahaya atau
panas. Sebuah contoh dari reaksi unimolekuler adalah isomerisasi cis–trans, di
mana sebuah senyawa bentuk cis akan berubah menjadi bentuk trans.[11]
Dalam reaksi disosiasi, ikatan di dalam
sebuah molekul akan terpecah menjadi 2 fragmen molekul. Pemecahan ini dapat
berupa homolitik ataupun heterolitik. Dalam
pemecahan homolitik, ikatan akan terpecah sehingga setiap produknya tetap
mempunyai satu elektron sehingga menjadi radikal
netral. Dalam pemecahan heterolitik, kedua elektron dari ikatan kimia akan
tersisa pada salah satu produknya, sehingga akan menghasilkan ion yang bermuatan. Reaksi
disosiasi memegang peranan penting dalam reaksi berantai, seperti
contohnya hidrogen-oksigen atau
reaksi polimerisasi.
Disoasi dari molekul AB menjadi fragmen A dan B
Pada reaksi
bimolekular, 2 molekul akan bertabreakan dan saling bereaksi. Hasil reaksinya
dinamakan sintesis kimia atau reaksi adisi.
Kemungkinan
reaksi yang lain adalah sebagian dari sebuah molekul berpindah ke molekul
lainnya. Reaksi tipe seperti ini, contohnya adalah reaksi redoks dan reaksi
asam-basa. Pada reaksi redoks partikel yang berpindah adalah elektron,
sedangkan pada reaksi asam-basa yang berpindah adalah proton. Reaksi seperti
ini juga disebut dengan reaksi metatesis.
contohnya
Terlalu Banyak yang mau di baca pak theddy.. Haha..
ReplyDeleteBut, very nice sources
Thanks!
Boleh bertanya lebih banyakah,? #tentang_limbah
ReplyDeleteHiks
ReplyDelete